Wednesday , 22 October 2014
Home >> PELUANG USAHA >> Jual Produk Propaganda Indonesia, Provotoko Pertama di Dunia
Jual Produk Propaganda Indonesia, Provotoko Pertama di Dunia
Antonius Yudo Kusumo (Pio)

Jual Produk Propaganda Indonesia, Provotoko Pertama di Dunia

Propaganda, atau rangkaian pesan biasanya dilakukan untuk memengaruhi pendapat dan kelakuan masyarakat atau sekelompok orang. Pesan ini dapat disampaikan dengan berbagai cara, salah satunya adalah melalui ragam produk-produk provokasi, yang pada akhirnya dapat menetaskan omzet puluhan juta rupiah.

Penasaran? Simak propaganda besutan Provotoko melalui ragam produk “Cinta Tanah Air” berikut ini.

Provokasi ala Provotoko dikreasikan melalui produk-produk propaganda, seperti pada baju, kaos, archipelago, mug, tas, topi, pin, gantungan kunci, dan berbagai aksesoris serta souvenir lainnya. Produk-produk tersebut bertuliskan ragam tema yang menarik dan tentu bersifat provokasi.

“Jadi di Provotoko ini tersedia beragam produk-produk propaganda Indonesia yang kami rancang untuk mengajak masyarakat agar semakin mencintai bangsa dan tanah airnya,” ujar Antonius Yudo Kusumo, salah satu pendiri Provotoko.

Kepada IndoTrading.com, Toni, demikian dia biasa disapa, melanjutkan ceritanya, bisnis Provotoko tersebut bermula ketika kelompoknya terlibat dalam aksi sosial, saat gempa bumi melanda Yogyakarta dan Jawa Tengah, pada 2006 lalu. Saat itu, kelompoknya mencari bantuan dana dengan menjual kaos-kaos bertemakan Indonesia. Namun tak disangka, kegiatan sosial berlalu, mulai berdatangan pesanan terhadap kaos-kaos itu.

Ragam Produk Provotoko (Pio)

“Karena permintaan juga terus meningkat, maka sejak saat itu kami putuskan untuk membuka sebuah bisnis yang menyediakan produk-produk propaganda Indonesia,” jelasnya.

Provotoko diklaim sebagai toko produk-produk propaganda Indonesia pertama di dunia. Provotoko punya visi untuk memperkenalkan beragam kekayaan dan peson budaya, serta alam Indonesia. Lebih dari itu, juga untuk membangkitkan rasa dan semangat nasionalisme masyarakat terhadap bangsa Indonesia.

“Kita ingin mengajak seluruh masyarakat untuk semakin mencintai bangsa Indonesia melalui produk-produk universal ini. Lebih dari itu, kita juga mau mengajak warga negara asing untuk tidak sungkan-sungkan berkunjung dan menikmati kekayaan alam dan budaya Indonesia,” terangnya.

Greendonesia (Dok. Provotoko)

Beberapa produk propaganda tersebut, sambung Toni, didatangkan dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti dari Bali dan Yogyakarta. Namun demikian, ada juga yang dirancang dan didesain sendiri di Jakarta.

“Karena bersifat propaganda, maka produk-produk yang kami hasilkan dirancang dan didesain seunik dan semenarik mungkin dengan kata-kata atau gambar yang juga bersifat provokatif untuk dapat memengaruhi kelakuan dan pendapat orang,” urainya.

Tema Menarik, “Cinta Indonesia”

Travel Warning: Indonesia Dangerously Beautiful”, inilah salah satu tema untuk ‘melawan’ peringatan perjalanan terhadap warga negara asing yang akan berkunjung ke Indonesia. Tema ini punya pesan yang mendalam, yaitu untuk meyakinkan warga dunia, bahwa Indonesia, negara yang begitu indah untuk dikunjungi, sayang jika tak berkunjung ke Indonesia.

“Kita bahaya, tapi indah loh! Jadi kita melawan tetapi dengan bahasa yang halus dengan cara provokasi untuk menyampaikan bahwa Indonesia memang bahaya, tapi indah,” ungkap Toni.

Travel Warning, salah satu tema propaganda yang cukup laris di Provotoko (Dok. Provotoko)

Nah, ragam tema lain yang telah dicetak di berbagai produk Provotoko, utamanya kaos, adalah “Garuda-Greendonesia” untuk memprovokasi masyarakat terhadap pentingnya menjaga serta memelihara lingkungan alam Indonesia. Juga, “Jong Java, Jong Sumatera, Jong Celebes, Jong Borneo, Jong Ambon, dan Jong Sunda”, sebagai peringatan akan semangat sumpah pemuda. Tema lainnya adalah, “Kibarkan Merah Putih, Cinta Indonesia, Satu Nusa Satu Bangsa” dan lain sebagainya. Tema-tema tersebut tersedia dalam berbagai ukuran dan pilihan warna, dan tak hanya di kaos, tapi juga di jenis produk lainnya.

Namun bagi masyarakat yang menginginkan tema dan desain lain sesuai keinginannya, dapat juga memesan ke Provotoko, dengan batas minimal dua lusin. “Ini akan kami kerjakan antara 10 hingga 14 hari, dan dijamin pemesan akan sangat puas dengan kualitas yang kami sajikan,” tegas alumnus Fakultas Ekonomi Trisakti ini.

Produk-produk tersebut di atas dijual dengan kisaran harga mulai dari Rp 10.000 untuk berbagai souvenir seperti gantungan kunci dan lainnya, hingga Rp 175.000 untuk sweater jacket. Ini dapat dibeli secara langsung di gerai Provotoko, Plaza Semanggi Lt. 2 No 20, Jl Jend Sudirman, Jakarta, atau bisa juga secara online di provotoko.com.

Pemilihan kalimat dan desain menjadi salah satu kekuatan produk Provotoko (Dok. Provotoko)

“Rata-rata pembeli yang membeli produk-produk ini adalah untuk dibawah ke luar negeri, baik untuk berwisata, sebagai hadiah, dan lainnya. Jadi ini sebagai kebanggaan sekaligus identitas diri sebagai warga negara Indonesia. Kemudian juga ekspatriat, sebagai hadiah dari Indonesia. Kadang batik kurang cocok, terutama untuk anak muda dalam suasana santai, sehingga lebih cocok mengenakan kaos,” urai Toni.

“Ada juga beberapa orang dari Australia dan Amerika yang sudah membeli produk kami, dan kami layani,” sambungnya.

Perluasan pasar diakui Toni masih menjadi kendala, antaralain karena belum banyak yang tahu soal Provotoko, dan berbagai jenis produknya. Namun dengan terus dilakukannya publikasi melalui media sosial maupun pameran, Toni meyakini, Provotoko bakal terus eksis dengan berbagai terobosan dan inovasi baru.

“Kita inginkan agar semakin banyak orang yang mendapatkan produk-produk bertemakan Indonesia yang kemudian menjadi kebanggaan bagi mereka, sebagai identitas diri dan bangsa. Jadi itu yang menjadi target sekaligus semangat kita,” pungkasnya. [Pio]