Monday , 21 July 2014
Home >> INFO PRODUK >> Sepada Bambu Haur, Hadirkan Kesan Antik, Ramah dan Modern
Sepada Bambu Haur, Hadirkan Kesan Antik, Ramah dan Modern

Sepada Bambu Haur, Hadirkan Kesan Antik, Ramah dan Modern

Meskipun bambu tak sekeras logam, sepeda bambu tetap lebih nyaman digunakan, antik, dan harga ekonomis.

Sepada modern pada umumnya terbuat dari bahan campuran logam, seperti besi dan aluminium. Sepeda jenis ini sudah diketahui pemanfaatannya dalam berbagai kondisi dan medan apapun, seperti pegunungan, medan basah, dan lainnya. Lantas, bagaimana dengan sepeda yang seluruh kerangkanya terbuat dari bambu?

Ternyata, sepeda yang terbuat dari bambu juga tak kalah kualitas dan kemampuannya dengan sepeda yang lazim dikenal. Bahkan, sepeda yang menggunakan bahan bambu punya keunggulan dibanding sepeda dari logam. Sepeda bambu disebut lebih fleksibel, lentur, dan kuat, sehingga membuat pengendaranya lebih nyaman untuk menggunakannya di berbagai kondisi, seperti medan yang kasar, atau bahkan di medan ekstrim seperti pegunungan.

“Pengendara akan lebih nyaman, karena sepeda bambu lebih bisa meredam getaran saat melaju berbagai kondisi jalan,” ujar Gun Gun Gunawan, Ketua Kelompok HAUR, sebuah komunitas industri kreatif asal Kota Kembang, Bandung yang memproduksi beragam sepeda bambu.

sepeda bambu

Foto: dok. sepeda bambu haur

Kepada IndoTrading News, pria kelahiran Bandung, 25 Desember 1976 ini menuturkan, selain berbagai kelebihan di atas, sepeda bambu juga lebih ramah lingkungan, serta materialnya yang mudah didapatkan.

“Jadi sepeda ini memang benar-benar cocok disebut sebagai kendaraan ramah lingkungan,” tegas dia.

HAUR merupakan kelompok usaha industri kreatif yang berdiri sejak 2009 lalu di Bandung, Jawa Barat. Kelompok pengembang teknologi berbasis bambu (HAUR) ini beranggotakan 20 orang dengan visi mempromosikan pembangunan manusia yang berkelanjutan melalui teknologi bambu. Lebih dari itu, kelompok ini juga terus mengembangkan bambu sebagai hasil inovasi masyarakat pribumi, disamping juga turut mempromosikan pembibitan, penghijauan, penanaman, serta pemanfaatan hasil tebangan bambu.

Adapun produk yang dihasilkan dari kreasi bambu-bambu tersebut, antaralain sepeda bambu, alat musik Karinding, dan stand mix, serta bangunan bambu (sesuai pesanan).

“Untuk produk lainnya seperti furnitur masih dalam tahap riset karena kami tidak mau sembarang produksi. Karya kami haruslah yang benar-benar berkualitas, antik dan unik dari yang sudah ada,” terang Gunawan.

Sementara berbagai jenis dan tipe sepeda yang diproduksi kelompok HAUR tersebut, yakni sepeda balap (road), sepeda fixie, sepeda thandem, dan sepeda hardtail. “Sepeda lipat sementara dalam proses pembuatan. Produk terbaru ini terbuat dari bahan olahan bambu (merbu) marmer bambu,” tandasnya.

Lebih lanjut Gunawan mengungkapkan, sepeda fixie dan hardtail merupakan dua jenis sepeda yang paling sering dicari pembeli. Ini lantaran kedua sepeda tersebut terlihat lebih simpel, minimalis, namun tetap modern.

Bahan Pilihan Hasilkan Kualitas Terbaik

sepeda bambu

Foto: rakkaseep.blogspot.com

Tidak semua bambu bisa digunakan untuk membuat sebuah sepeda. Hanya bambu-bambu pilihan saja yang didatangkan dari daerah Jawa Barat, seperti Garut dan Subang yang bisa digunakan. Pasalnya, kualitas produk jadi taruhan utama kelompok usaha HAUR ini.

Bambu yang digunakan, jelas Gunawan, mempunyai karakter antaralain ruas buku tidak berjauhan, kepadatan tulang daging lebih banyak dari gabusnya, dan bila dibakar akan mengeluarkan minyak serta bambu tersebut tidak mengkerut.

Bahan lainnya pun berkiblat pada bahan ramah lingkungan. Seperti perekat yang tidak bercampur bahan kimia. Untuk bahan penunjang seperti head tube, sitpos, BB tube dibuat sendiri dengan bahan alumunium dural melalui proses milling dan bubut. Sementara untuk arm menggunakan bahan stainless melalui proses laser cutting.

“Semuanya, 100 persen bahan lokal. Dan dalam setiap bulan kami bisa produksi sebanyak 45 buah sepeda,” jelas Gunawan.

Semua proses produksi, sejak awal hingga finishing dilakukan sendiri oleh karyawan di kelompok usaha ini. Adapun proses pengerjaannya, sebagaimana diceritakan Gunawan, adalah penebangan, pemilihan jenis bambu (sortir), proses pengawetaan (tanpa bahan kimia), heatreet, pengesetan, penglilitan sambungan, dan pengecataan (glossing).

sepeda bambu

Foto: rakkaseep.blogspot.com

“Ini merupakan karya seni pilihan. Bukan hanya keunikannya saja, tapi jelas fungsi dan manfaatnya. Bisa dipergunakan untuk mengikuti kejuaraan balap sepeda tingkat dunia,” katanya bangga.

Gunawan bilang, hingga saat ini, sepeda bambu tersebut telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, juga ke beberapa negara. Varian sepeda bambu yang tersedia dalam beragam pilihan warna ini dipasarkan dengan harga antara Rp 5,8 juta (frame only) hingga Rp 9 juta (frame only). [Pius Klobor]

 

Anda tertarik? Pesan sekarang juga dengan menghubungi:
Email: [email protected], atau [email protected],
Telepon: 022-91383169

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>