Hindari Duplikasi Konten Website, Ini Resikonya!

Content Marketing SEO Wordpress

Anda memiliki website? Sudah banyak konten yang Anda unggah di website, namun Anda masih tidak mendapatkan traffic dari pengunjung? Hati-hati! Bisa jadi penyebabnya adalah konten yang Anda buat dianggap duplikat oleh mesin pencari seperti Google! Jika konten Anda dianggap duplikat, maka  kinerja SEO website Anda juga akan terpengaruh. Itulah yang menyebabkan traffic website Anda tak kunjung naik! Lantas, apa sebenarnya duplikasi konten itu? Bagaimana cara mengetahui konten yang Anda buat terbebas dari duplikasi dan mengapa Langkah ini perlu dilakukan? Terakhir, bagaimana cara mengatasi duplikasi konten? Semuanya akan diulas melalui artikel berikut!

Apa Itu Duplikasi Konten?

Jika berbicara mengenai duplikasi konten, sebagian orang akan berpikir bahwa duplikasi konten hanya mengacu pada konten yang isinya sama peris dengan konten pada halaman lain di domain yang berbeda. Namun, secara tidak sadar Anda justru seringkali membuat duplikat konten di dalam website Anda sendiri, lho! Ya, duplikasi konten merupakan konten yang berada di dalam atau di seluruh domain yang isinya benar-benar sama atau mirip dengan konten lain.

Beberapa contoh kasus yang sering terjadi dalam duplikasi konten, di antaranya:

Konten yang sama namun dalam URL yang berbeda

Duplikasi konten yang kerap terjadi adalah homepage dari suatu website mempunyai beberapa versi yang duplikat. Ini merupakan murni dari kesalahan dari pembuat konten. Pasalnya, pembuat konten tidak melakukan redirect ke satu versi URL saja melainkan menautkan konten yang sama dalam versi www dan non-www. Misalnya, konten yang sama ada pada tiga URL yang berbeda http://berkahjaya.com/, http://berkahjaya.com/, dan http://www.berkahjaya.com/index.php.

Ekstensi konten yang berbeda

Selain kasus di atas, ada lagi kasus lain yang berpotensi menjadi konten duplikat adalah website yang menyediakan banyak versi halaman konten yang sama namun dengan ekstensi yang berbeda ada versi website dan versi pdf.

Pencurian konten

Selain kedua penyebab tersebut, duplikasi konten yang paling umum terjadi di internet adalah pencurian konten. Pencurian konten mengacu pada produksi konten yang secara terang-terangan menyalin karya orang tanpa izin dan tanpa adanya improvisasi. Pencuri konten hanya menyalin dan menerbitkan (copy & paste) konten di website mereka.

Mengapa Duplikasi Konten Harus Dihindari?

Mengapa kesadaran mengenai duplikasi konten sangat penting? Alasan terbesarnya terletak pada kinerja mesin pencari Google yang kerap kali kesulitan dalam menyaring dan menentukan konten versi manakah yang akan ditampilkan di hasil penelusurannya atau Search Engine Page Result (SERP) saat terdapat konten duplikat.

Artinya, konten original yang telah Anda buat susah-susah−menghabiskan waktu, tenaga, dan uang berpotensi muncul di peringkat bawah bahkan tidak muncul di laman hasil pencarian. Kasus terburuknya, justru konten duplikat milik orang lain lah yang mendapatkan peringkat lebih atas di mesin pencari, sedangkan konten Anda yang di-takedown dengan alasan duplikasi. Mengesalkan, bukan?

Inilah pentingnya kesadaran mengenai duplikasi konten. Anda perlu menyadari bahwa duplikasi konten muncul di mesin telusur bisa merusak peluang Anda secara SEO. Jika peringkat konten yang telah Anda buat berada di bawah atau bahkan tidak terindeks mesin pencari, lalu lintas atau website traffic pun akan ikut menurun. Pasalnya, menurut penelitian 70% pengguna halaman pencarian Google akan mengklik website yang ada pada halaman pertama. Sehingga, untuk mendapatkan traffic yang baik, Anda perlu memastikan bahwa konten yang Anda unggah berada di pringkat atas mesin pencarian.

Bagaimana Cara Mengetahui Sebuah Konten Duplikat?

Bagaimana cara mengetahui konten yang Anda buat duplikat atau tidak? Hal ini perlu Anda lakukan dalam rangka merencanakan tindakan selanjutnya yang perlu Anda ambil untuk menggaet traffic yang lebih banyak. Nah, untuk mengecek duplikasi konten, ada beberapa tools yang bisa Anda gunaka, lho! Namun, kali ini kami mengajak Anda mengikuti tutorial mengecek duplikasi konten melalui Webmaster Tool.

Berikut ini adalah langkah-langkah mengecek duplikasi konten melalui Webmaster Tool:

  • Buka Google Webmaster Tool, kemudian pilih blog Anda
  • Pada bilah menu sisi kiri, pilih menu Tampilan penelusuran > Penyempurnaan HTML seperti di bawah ini:

Jika hasilnya seperti tampilan di atas, berarti situs yang Anda kelola berada dalam kondisi bebas dari duplikasi konten.

Namun, lain halnya jika hasilnya seperti tampilan di bawah ini;

Gambar di atas menandakan bahwa situs yang Anda kelola mengalami duplikasi konten. Seperti yang telah dijelaskan di atas, duplikasi konten tak hanya terjadi pada konten yang Anda buat, melainkan juga pada penggunaan Deskripsi Meta.

Klik tautan tersebut untuk melihat penyebab dari masalahnya

Baca juga: Mengapa E-Mail Profesional Sangat Dibutuhkan untuk Bisnis Anda?

Bagaimana Cara Mengatasi Duplikasi Konten?

Setelah mengetahui mengenai konten yang Anda buat ternyata ada duplikatnya, saatnya Anda melakukan langkah-langkah di bawah ini untuk meminimalisasi konten duplikat, di antaranya:

Langkah 1: Mengubah Deskripsi Meta dan Tag Judul

Sebetulnya, cara mengatasi duplikasi konten yang satu ini bisa dibilang cara termudah yang bisa Anda lakukan. Jika website Anda hanya mengalami duplikasi konten di bagian deskripsi meta dan tag judul tanpa masalah dengan HTML, Anda bisa mengatasinya dengan mengubah beberapa kata agar berbeda dengan deskripsi meta konten lainnya. Begitu pun dengan tag judul, ubahlah salah satu judul artikel agar tidak terlalu identik dengan tag judul dengan konten lain.

Langkah 2: Menggunakan rel=canonical untuk mengatasi variasi URL

Namun, jika Anda mendapati konten Anda memiliki masalah duplikasi pada bagian HTML, misalnya konten yang sama di beberapa URL, Google akan kesulitan menyaring konten mana yang asli. Akibatnya, dari semua deretan URL tersebut, hanya ada satu yang terindeks di Google. Untuk menghindari hal itu, sebaiknya Anda memastikan di dalam HTML blog Anda terpasang rel=canonical .

Berikut adalah cara mudah untuk memeriksanya;

  • Buka salah satu halaman konten Anda
  • Tekan CTRL+U untuk melihat URL
  • Pada jendela URL klik CTRL+F dan masukkan rel=’canonical’

(Jika Anda bisa menemukan kode di atas, maka Anda bisa lanjut ke Langkah 2).

  • Namun, jika Anda Anda tidak dapat menemukan kode rel=’canonical’, lakukanlah prosedur berikut
  • Buka akun blogger Anda
  • Masuk ke dalam menu Template dan klik Edit HTML
  • Cari kode </title> dan tepat di bawah kode itu, copy paste kode
    <link expr:href=’data:blog.url’ rel=’canonical’/>
    Lalu, simpan perubahan template

Dengan begitu, secara tidak langsung Anda memberitahu Google untuk mengindex halaman yang Anda hendaki.

Langkah 3: Memasang Meta Robot NoIndex Untuk Memblokir Halaman yang Diinginkan

Langkah yang satu ini dilakukan dengan tujuan untuk memberi tahu Google untuk memblokir halaman-halaman dengan konten yang sama tadi. Caranya terbilang mudah, lho!

  • Masuk Kembali ke akun blogger Anda
  • Buka Menu Template
  • Pilih Edit HTML
  • Cari kode </title> dan copy paste kode berikut
    <b:if cond=’data:blog.pageType == “archive”‘>
    <meta content=’noindex’ name=’robots’/>
    </b:if>
    Kemudian Simpan Template

Langkah ini bertujuan untuk mencegah Google mengindeks URL yang memiliki konten serupa sehingga bisa mengurangi resiko duplikat konten di blog Anda. Dengan begitu, Google akan focus melakukan kegiatan crawl ke satu URL saja untuk setiap kontennya.

Langkah 4: Ajukan Penghapusan URL Duplikat Konten ke Google

Jika masih ada duplikat konten yang masih dan sudah terlanjur terindeks, maka Anda bisa meminta bantuan Google untuk menghapus URL tersebut dari indeksnya. Akan tetapi, pastikan terlebih dahulu sebelum Anda mengajukan penghapusan URL, Anda sudah memasang tools Meta Robots seperti di atas, ya!

Setelah Meta Robots terpasang, kini Anda bisa mulai mengirimkan permintaan penghapusan URL, dengan cara;

  • Masuk ke akun Google Anda untuk membuka Google Webmaster Tools
  • Pada laman Google Webmaster Tools, pilih duplikasi URL yang akan Anda hapus
  • Saat dasbor terbuka, pilih menu Pengoptimalan pada Sidebar
  • Klik Penyempurnaan HTML
  • Klik Duplikasi Deskripsi Meta pada bagian atas
  • Kemudian akan muncul deskripsi meta yang sering berulang, klik deskripsi meta tersebut
  • Akan ditampilkan semua URL yang menggunakan deskripsi meta duplikat
  • Klik kanan pada setiap link untuk menyalin URL dari masing-masing link dan simpan di notepad
  • Sekarang, Kembali ke menu Pengoptimalan dan pilih Hapus URL
  • Di jendela Hapus URL, klik tombol Buat Permintaan Penghapusan Baru
  • Salin URL yang ingin Anda hapus, pilih alasan penghapusan sebelum melakukan konfirmasi penghapusan
  • Setelah melakukan konfirmasi, biasanya penghapusan URL bisa memakan waktu 1-2 hari.
  • Jika Anda ingin mengecek apakah URL sudah tidak terindeks Google, coba masukan kueri site:urlblog. Jika memang tidak muncul dalam laman pencarian, maka URL berhasil terhapus dari index Google.

Itulah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi duplikasi konten. Google memang memiliki masalah yang serius terhadap konten duplikat sehingga Anda tidak diperkenankan untuk menganggap enteng masalah ini. Jika terus dibiarkan, akan berakibat buruk pada traffic website Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.